Jumat, 17 Desember 2010

Pentingnya kemandirian bagi wanita

Sebagian besar wanita muslim yang belum menikah menginginkan bahwa jodohnya kelak adalah lelaki yang secara keilmuan,keimanan dan kekayaan diatas dirinya. Mereka  beranggapan dengan memiliki suami yang secara keilmuan, keimanan dan kekayaan lebih dari darinya maka suaminya akan membimbing ibadahnya, bisa menguatkan imannya jika sedang futur dll. Harapan tersebut tidaklah salah karena dalil yang dijadikan pijakan adalah  ayat allah ".........bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanita".
Tapi coba kita renungkan, siapapun tidak pernah tahu jodohnya akan seperti apa nanti. Bagaimana jika harapan untuk mendapatkan suami yang dari segi ilmu, iman dan kekayaan lebih dari diri mereka tidak dikabulkan oleh allah. Allah justru mengujinya dengan memberinya suami yang ternyata kebalikan dari harapannya. Apa yang terjadi?
Berharap pada orang lain agar menguatkan  keimanan dan keagamaan  kita adalah sama dengan menggantungkan kuat –lemahnya keimanan kita pada factor ekstern. Padahal keimanan yang seperti itu akan lebih modah goyah dan rapuh jika menghadapi situasi yang melemahkannya. Oleh karna itu, Alangkah lebih baiknya jika sebelum menikah kita para wanita muslim membekali diri kita dengan keimanan dan keilmuan serta ketrampilan yang cukup. Agar nantinya jika kita berjodoh dengan lai-laki yang sesuai dengan harapan kita, kita bisa saling mengingatkan dalam hal ibadah dan saling menguatkan keimanan kita.
Dan apabila kita berjodoh dengan laki-laki yang secara keilmuan, keimanan dan kekayaan dibawah kita, kita bisa menuntunnya secara keagamaan tanpa merendahkannya karena bagaimanapun ia adalah suami yang harus dihormati dan ditaati dalam batasan yang diperbolehkan oleh agama.
Dari segi kekayaan, kita para wanita muslim juga harus punya ketrampilan yang bisa kita kembangkan dan paling tidak menghasilkan uang. Agar nantinya paling tidak kita bisa membantu pencari nafkah utama dalam keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Itulah pentingnya kemandirian bagi wanita, bukan hanya mandiri dari sisi aktivitas sehari-hari tapi lebih dari itu mandiri dari segi keimanan, keilmuan juga finansial.dengan kemandirian ini diharapkan para wanita muslim bisa memberi manfaat bagi dirinya, keluarganya juga bangsa dan negara.
ayo para wanita, mandirilah!